Bandeng (Chanos chanos Forsskål) adalah ikan pangan
populer di Asia Tenggara. Ikan bandeng disukai sebagai makanan karena
rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan
tidak mudah hancur jika dimasak. Kelemahan bandeng ada dua: dagingnya
'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'. Duri bandeng
sebenarnya adalah tulang dari bandeng. Duri ini mengganggu kenikmatan
dalam memakan dagingnya. Gangguan ini dapat diatasi dengan penggunaan
panci bertekanan tinggi (presto atau autoclave) dalam waktu
tertentu sehingga duri bandeng menjadi lunak dan dapat dihancurkan jika
dikunyah. Prospek pengolahan bandeng presto cukup menjanjikan. Cita rasa
yang dimilikinya pun jauh lebih enak dibandingkan dengan ikan yang
diolah secara diasin ataupun dengan cara lainnya.
Berikut merupakan tahapan pengolahan bandeng duri lunak (presto) :
1. Pembelian Bahan Baku
Dalam melakukan pembelian bahan baku, terlebih dahulu harus
mengetahui ciri-ciri ikan bandeng segar yaitu: mata bening, tekstur
kenyal, sisik tidak terkelupas, insang berwarna merah dan tidak berbau
tanah apabila kita mencium dari insangnya. Hindari membeli ikan yang
kurang segar karena akan mempengaruhi kualitas produk akhir.
2. Pencucian
Dalam melakukan pencucian harus menggunakan air yang bersih dan
dingin dengan menggunakan es supaya kualitas ikan tidak menurun akibat
kenaikan suhu.
3. Pembuangan Sisik, Insang dan Isi Perut
Hal ini dilakukan agar ikan bersih dari kotoran.
Ikan yang telah dibersihkan secepatnya diberi es supaya kualitas tetap terjaga.
4. Penyortiran
Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran ikan sehingga seragam.
Gunakan keranjang yang telah diberi es sebagai wadah ikan yang telah disortir.
5. Pencucian
Ikan dicuci satu persatu dengan menggunakan air mengalir atau
menyiram ikan dengan air (jangan lakukan perendaman dalam wadah karena
kotoran air dapat menempel kembali pada ikan ).
6. Pemberian Bumbu I
Masukkan ikan ke dalam baskom satu per satu, kemudian masukkan garam
secukupnya sesuai dengan jumlah ikan ditambah dengan jeruk nipis. Fungsi
garam dan jeruk nipis adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan
bandeng.
Aduk rata bumbu dan ikan, kemudian diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.
7. Pemberian Bumbu II
Setelah ikan diberi garam dan jeruk nipis, terlebih dahulu
dibersihkan kembali satu persatu untuk menghilangkan garam dan jeruk
nipis yang masih ada pada ikan dengan menggunakan tangan. Gunakan sarung
tangan yang bersih saat membersihkan. Kemudian masukkan ikan ke dalam
baskom satu persatu. Baskom yang digunakan harus dalam keadaan bersih.
Haluskan bumbu berupa garam, bawang putih bawang merah, jahe, kunyit,
lengkuas, ketumbar, biji kemiri, daun jeruk purut, daun salam, dan
cabai merah.
Campur bumbu dan ikan secara merata kemudian diamkan selama 30 menit agar bumbu meresap.
8. Pemasakan Suhu Tinggi
Pemasakan ikan ini menggunakan panci bertekanan (autoclave), dengan
suhu 1000C selama 15 – 20 menit. Dengan demikian akan dihasilkan ikan
bandeng duri lunak.
9. Pendinginan
Setelah ikan dimasak, kemudian dilakukan pendinginan dengan cara meletakkan ikan pada baki secara perlahan-lahan.
Pendinginan dilakukan selama 1-2 jam.
10. Pengemasan dan Pelabelan
Bandeng yang telah selesai didinginkan, kemudian dimasukkan ke dalam plastik yang telah diberi label.
Masukkan ikan secara perlahan dengan menggunakan sendok serokan pipih. Gunakan sarung tangan dan sendok yang bersih.
11. Pengemasan Vakum
Masukan bandeng ke dalam plastik yang telah diberikan label dan kemudian masukkan ke dalam mesin vacuum sealer
Pastikan alat vakum berfungsi maksimal sehingga hasil yang didapatkan
dalam keadaan vakum. Kondisi vakum dapat mempengaruhi daya awet ikan
dan bentuk ikan.
Setelah bandeng divakum segera masukkan ke dalam freezer untuk mempertahankan daya awet ikan.
Suhu freezer -180C atau lebih kecil.
Pengemasan bandeng presto dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
biasa dan vakum. Pada pengemasan biasa, produk diletakkan di atas kertas
roti dan karton, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik jenis Low
Density Polyethylene (LDPE). Lama simpan bandeng presto dengan kemasan
vakuum dapat mencapai selama 3 bulan pada penyimpanan suhu beku
(freezer) -180C atau lebih. Lama simpan bandeng presto juga ditunjang
oleh bumbu yang digunakan dalam proses pengolahannya. Jenis dan jumlah
bumbu yang digunakan sangat beragam antara satu produsen dengan lainnya.
Komponen bumbu inilah yang menjadi ciri khas bandeng presto dari
setiap daerah atau produsen. Namun, secara umum, bumbu yang digunakan
adalah garam, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas,
ketumbar, kemiri, daun jeruk purut, daun salam dan cabai. Fungsi bumbu
selain sebagai pemberi cita rasa juga bersifat bakteriostatik dan
germisidal, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan khamir,
sehingga memperpanjang daya simpan masakan bandeng presto.






0 komentar:
Posting Komentar